Kasih! tak hanya
bulan yang tak nampak
Bintang pun jua
Mendung mendiang
menggelapkan rasa
Hadirkan angin
ribut dalam dekap selimut
Bila saja siang nanti hadir
Mendung tetap menjadi kuasa langit
Tak mampu menatap kehadiran sang Merah Senja
Dan sang Mega yang mengalir di langit
timur kala fajar tiba
Di mana ada
pelangi?
Akan kukejar ia
hingga kudapati warna langit malam
Pun jika ada,
takkan kudapati warna putih bintang
Kendati tak
seberapa indahnya yang lengkap disini
Rautan gir motor yang melesat
Kurup-kurup suara dokar menapak
Tak ada lagi dalam pandangku
Kemana jua derit kawan yang menjamah
hati ini Tuhan?
Tak lelah! Aku
tak pernah penat!
Di kala embun
datang kumasih menunggu senja
Datang senja tak
pergi, kusiapkan lentera
Tetap tak
kutemui rembulan, kan kunanti malam lagi
Embun datang, terik menyengat, senja
merayap, malam memampat
Mengalir saja seperti kuasa-Mu
Jangan takut kasih!
Aku tak lelah, tak pernah penat menanti
Tidak ada komentar:
Posting Komentar