Jumat, 14 April 2017

Sajak Rindu


Di antara keraguan bangkit merasakan rindu yang tak menepi. Dalam setiap helaan nafas ikut menghela harapan harapan. Bayangan perjumpaan yang indah yang sudah di siapkan olehNya. Tak peduli setiap jalan yang terjal dan jurang yang curam yang mungkin di siapkan pula olehNya.

Telah banyak aku lewati jalanan yang pernah ku lalui bersamamu, terbayang engkau bersanding merangkulku. Lalu kita tertawa dalam buaian canda. Mungkin itu yang akan terjadi ketika perpisahan tidak ada dalam episode kita.

Inilah kehidupan yang nyata.

Aku terhempas ketika seseorang menyadarkanku. Mengapa tak jua berakhir episode kecil ini? Katakan saja "Free Memory" atau "cut!" kalau katanya hidup ini hanya kisah dariNya. Dia bisa meremove episode yang membosankan ini.

Sejauh mata memandang, sejauh jauhnya. Hanya bayangannya yang tak bisa luput dari memory ku. Faktanya setiap kerinduan datang aku hanya mendapati kesedihan. Selalu saja mengusik ketenangan hati. Sang kalbu penat, ia pernah menolak rasa rindu akan mimpi pertemuan.

Aku ingin melawan rindu yang datang. Tetapi dengan apa aku dapat menaklukkannya? Seolah hanya ada kisah cinta di setiap episode hidupku. Aku juga ingin tersenyum tanpa beban. Memangkas rindu yang tak menepi. Menjadikan setiap langkah penuh berkah. Memaknai kembali setiap hal. Melukis lagi peta jalanan yang kulewati. Dan memikul amanah dengan keikhlasan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar