Di antara
keraguan bangkit merasakan rindu yang tak menepi. Dalam setiap helaan nafas
ikut menghela harapan harapan. Bayangan perjumpaan yang indah yang sudah di
siapkan olehNya. Tak peduli setiap jalan yang terjal dan jurang yang curam yang
mungkin di siapkan pula olehNya.
Telah banyak
aku lewati jalanan yang pernah ku lalui bersamamu, terbayang engkau bersanding
merangkulku. Lalu kita tertawa dalam buaian canda. Mungkin itu yang akan
terjadi ketika perpisahan tidak ada dalam episode kita.
Inilah
kehidupan yang nyata.
Aku
terhempas ketika seseorang menyadarkanku. Mengapa tak jua berakhir episode
kecil ini? Katakan saja "Free Memory" atau "cut!" kalau
katanya hidup ini hanya kisah dariNya. Dia bisa meremove episode yang
membosankan ini.
Sejauh mata
memandang, sejauh jauhnya. Hanya bayangannya yang tak bisa luput dari memory
ku. Faktanya setiap kerinduan datang aku hanya mendapati kesedihan. Selalu saja
mengusik ketenangan hati. Sang kalbu penat, ia pernah menolak rasa rindu akan
mimpi pertemuan.
Aku ingin
melawan rindu yang datang. Tetapi dengan apa aku dapat menaklukkannya? Seolah
hanya ada kisah cinta di setiap episode hidupku. Aku juga ingin tersenyum tanpa
beban. Memangkas rindu yang tak menepi. Menjadikan setiap langkah penuh berkah.
Memaknai kembali setiap hal. Melukis lagi peta jalanan yang kulewati. Dan
memikul amanah dengan keikhlasan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar